Rabu, 2009 Juli 08

JK SANG NEGAWARAN SEJATI

JK SANG NEGAWARAN SEJATI

By elha – pengamat politik pinggiran

.

Luar Biasa. Kalimat tsb sangat pantas dialamatkan ke JK. Dengan senyum yang khas, beliau menjawab pertanyaan wartawan mengenai hasil Quick Qount. JK sangat menghargai hasil Quick Qount yang menurutnya sesuai metode dan teori. Namun beliau meminta semua pihak menunggu hasil resmi KPU.

.

Baru beberapa menit pilpres di Indonesia Timur ditutup, stasiun TV Swasta langsung menayangkan hasil quick qount. Artinya masyarakat di wilayah Barat (WIB) sudah bisa menyaksikan hasil quick qount tsb sejak pk. 13.30 WIT atau 11.30 Wib. Meskipun berulang kali dikatakan bahwa hasil itu adalah versi quick qount, namun opini yang berkembang dimasyarakat terlanjut meng-iyyakan bahwa pasangan SBY-Boediono sudah terpilih sebagai pemenang.

.

Tidak salah memang. Karena seluruh Lembaga Survei menempatkan SBY-Boediono di urutan teratas dengan perolehan suara antara 60-67%. Terlebih lagi hasil Real Qount KPU via SMS juga memperlihatkan hasil yang tidak jauh berbeda. Artinya, kemenangan SBY-Boediono hanya tinggal menunggu peresmian dari KPU selaku penyelenggara Pilpres.

.

Bagaimana pendapat para capres/cawapres dan timses? Kubu Sby-Boediono tentu diliputi suasana gembira. Bahasanya pun, meski dengan bahasa santun, tetap dengan senyuman. Pasangan yang lain masih menunggu perhitungan manual KPU. Namun JK memilik cara lain, dengan gentle beliau sangat meng-apresiate pelaksanaan Quick Qount, karena menurutnya itu merupakan metode ilmiah. Hanya sebagai peserta pilpres, beliau tetap menghargai KPU, sehingga menunggu hasil resmi KPU.

.

Dus, bahasa yang keluar dari JK juga kalimat santun, dan dengan senyum yang khas. Khas seorang JK.

.

Selamat Pak JK. Apapn hasilnya Bapak adalah seorang pemenang. Pak JK adalah Negarawan Sejati. Indonesia bangga memiliki seorang pemimpin seperti Bapak.

.

Salam demokrasi – salam ukhuwah

elha 09.07.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Senin, 2009 Juni 29

PILPRES : ‘NAPAK TILAS’ KOTA JOGJA

PILPRES : ‘NAPAK TILAS’ KOTA JOGJA

By elha – pengamat social pinggiran

.

Satu putaran kah pilpres 2009, seperti dilansir timses SBY-Berbudi? Atau akan berlangsung dua putaran seperti yang diinginkan oleh dua pasangan lainnya? Ternyata banyak masyarakat yang tidak peduli.

.

Issues program pro-rakyat, klaim keberhasilan pemerintah, janji bahwa lebih cepat akan lebih baik, slogan lebih tepat-lebih baik-lebih aman, hutang triyunan, PDB yang naik, penjualan asset Negara pada pemerintahan lalu, perbandingan dengan orde baru, isteri Pak Boediono yang issuekan katholik, majlis zikir, dll, ternyata hanya ramai menjadi pembicaraan kalum elite menengah-atas saja. Kalaupun ada abrasinya, yaa…pembicaraan di warung kopi dan pemukiman mengenai pilpres akan terdengar dari mulut mereka yang terpelajar, terdidik atau setidaknya peduli dengan politik.

.

Sebagian besar masyarakat lebih memilih ‘keep silent’, tetap bekerja, berusaha, bersekolah, berdagang seperti biasa. Hirup pikuk politik dan pilpres bagi mereka tak lebih hanyalah suasana hiburan yang kebetulan ada. www.jangankedip.blogspot.com

.

Mereka bukan a-politik. Tidak juga golput. Pada saatnya (mungkin) mereka juga akan memilih, tapi siapa yang akan dipilih, hanya mereka yang tahu. Suasana bathin yang menyelimuti mereka tak lepas dari sejarah panjang ’penderitaan’ yang mereka alami. Sekian pemilu mereka menyaksikan tokoh-tokoh berkampanye, berjanji dan angin surga. Namun berapa persenkah (%) yang teralisir? Wallahu’alam

.

Untuk menetapkan hati, sekaligus liburan, saya bersama keluarga akan me-napak-tilasi kota Jogja. Melihat dari dekat sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa ini. Pendekatan historis kepada anak-anaku yang masih berusia 4 tahun dan 7 tahun, kami harapkan dapat menjadi semacam letupan moral dan bathin untuk masa depan mereka. Hehehe..diplomasi ya....yaa..pokoke ke Jogja menjelang Pilpres deh.

.

Yaaa...sekalian liburan, lihat keraton, sejarah masa lalu dan nuansa kota pelajar, seni dan masa depan.

.

Adakah diantara pembaca kompasiana yang dapat membantu dan mempermudah perjalanan kami? Hehehehehe

Insya Kami tidak membawa kendaraan. Tujuannya agar waktu dapat efektif. Hehehe.berangkat kami naik pesawat, sementara pulang menggunakan kereta...hehehehe agar lebih praktis.

.

Klo ada pembaca yang bisa membantu perjalanan ‘napak tilas’ kami, kami tunggu di 021-92900184 atau abilukman@yahoo.co.id

.

Selamat berdemokrasi dan memilih RI-1 dan RI-2

.

Satu putaran atau dua putaran? Biarkan rakyat yang menentukan

.

Salam ukhuwah

elha – 30.06.2009




Baca Selengkapnya......

Minggu, 2009 Juni 28

HERAWATI BOEDIONO BERKERUDUNG….

HERAWATI BOEDIONO BERKERUDUNG….

By elha – pengamat politik pinggiran

.

Tak peduli issues yang menimpanya, Herawati Boediono tampil berkerudung. Jawaban sebagai Muslimah Sejati atau ada karena factor tertentu??

.

Indonesia memang Negara khas. Sesuatunya memiliki parameter dan barometer yang berbeda dengan Negara lain. Simbol-simbol dipandang sangat penting. Politik pencitraan menjadi hal yang sangat diagungkan. Menutupi kegagalan ketika memerintah adalah fenomena wajar, sehingga penampilan yang ‘anggun’ khas lipstick, bicara pepesan kosong, janji manies, pura-pura peduli dan menyerang lawan politik menjadi menu pilihan dalam pemilu, pilpres dan pesta politik lainnya.

.

Boediono adalah sosok yang paling banyak mendapat ‘serangan’. Issue Neolib menghantam keras. Ketika banyak tokoh, termasuk Faisal Basri yang mentralisir, issue dialihkan ke keyakinan sang isteri yang di’kabarkan’ penganut Katolik.

.

Benarkah? Wallahu’alam.

Yang jelas tidak/belum ada bantahan/klarifikasi, baik pribadi Boediono, isteri ataupun timses dan koalisi pengusung SBY-Boediono.

.

Entah menjawab kontroveri yang berkembang, atau memang aktifitas rutin, Herawati yang akhir-akhir ini diserang isu penganut Katolik, tampil berkerudung, saat bertemu dengan 1.000 perempuan muslimah

Silaturahmi Herawati dengan 1.000 perempuan muslimah berlangsung di Gedung Cut Nyak Dien yang terletak di kompleks Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2009).

.

Dalam rilis yang diterima detikcom, kehadiran Ibu Herawati Biediono adalah untuk menepis fitnah-fitnah yang berkembang di masyarakat mengenai keislaman Herawati.
.

"Dengan diselenggarakannya acara ini, dapat menjadi kanal untuk menyingkap yang tersekat, mengurai yang tersumbat dan meluruskan yang bengkok. Sehingga umat dapat memperoleh informasi yang jelas daripada hanya berprasangka tidak baik," ujar Ketua Umum PP Taslimah, Wiryaningsih dalam rilis tersebut.
.

--dikutip dari http://detik.com, Aprizal Rahmatullah – detikPemilu, Kamis, 25/06/2009 14:26 WIB—

.

Politik Indnesia memang khas. Segala jenis simbol, attribute, warna dan ketokohan seseorang/lembaga/parpol menjadi sangat penting, sehingga perubahan sedikit saja dari item-item tsb memiliki makna dan pengaruh sang luar biasa besar. Tak heran bila hal tsb sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk bermanuver politik dan sikap pura-pura keberpihakan terhadap symbol, atrubute dan warna serta sang tokoh.

.

Ketiga pasangan capres-cawapres, memiliki tokoh (purn) TNI yang memiliki pengaruh sangat kuat. ‘Jejaring’ ala militer juga digunakan untuk memenangkan kompetisi pilpres. Coba perhatikan daftar nama-nama tokoh timses atau dibalik timses. Kita akan melihat betapa pola intelejen juga bermain untuk mengetahui peta persaingan dan strategi memenangkan persaingan itu sendiri.

.

Adakah issue Katoliknya Herawati Boediono merupakan strategi Kampanye ala intelejen? Mungkinkah penampilan isteri Boediono yang berkerudung juga contra intelejen? Atau semua issue yang berkembang ketika suasana pilpres adalah permainan dan pembelajaran ala intelejen? Wallahu’alam.

.

Sebagai pemilih kita harus tetap focus pada kualitas program sang kandidat. Track record capres-cawapres dan keberpihakan mereka terhadap rakyat, terutama masyarakat bawah.

.

Selamat berdemokrasi – selamat memilih

Salam ukhuwah

elha – 29.06.2009
www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Selasa, 2009 Juni 23

DEBAT TIM SUKSES, CAPEK DEH

DEBAT TIM SUKSES, CAPEK DEH

By elha – pengamat politik pinggiran

.

Apa yang disampaikan oleh tim sukses para capres ’hanyalah’ angka-angka dan argumen KEANGKUHAN. Klaim kemampuan dan ’potret’ kehebatan dirinya, seolah-oleh hanya mereka yang mampu.......Introspeksilah kawan....

.

Acara debat capres dan debat cawapres yang di fasilitasi KPU tidaklah semenarik judul dan temanya. Saling sindir, saling puji ataupun saling klaim hanya bumbu dari suasana debat yang lebih mirip acara dialog ataupun diskusi.

.

Argumen, teori dan bahasan yang disampaikan para kandidat sebagian masih merupakan retorika politik, bahasa normatif (bila tidak mau menyebut bahasa dewa) dan politik pencitraan. Tidak fokus dan detail seperti debat John McCain vs Obama tahun 2008....

.

Loh kenapa mesti contoh Obama – McCain....???

Ya iyyyalah, tradisi debat memang berasal dari sana. Klo mau khas Indonesia ya, GOTONG ROYONG, RAPAT-RAPAT TERUSSS, Musyawarah dan mufakat....makanya debat khas Indonesia sejak 2004, ya dialog, saling puji....paling banter saling sindir...padahal ketika Amien Rais melontarkan ide debat 2004, adalah debat yang sesungguhnya.

.

Justru debat yang paling seru terjadi pada tim Sukses. Meskipun tema ’prerogatif’ mereka hanyalah pembahasan debat capres ataupun debat cawapres, namun saling klaim, saling ’serang’ dan saling menjatuhkan terjadi disini.

.

Setiap tim sukses mengaku semua keberhasilan calonnya menyebabkan Indonesia lebih makmur dan sejahtera. Mereka ’merasa’ Indonesia lebih maju dan modern.

.

Pembaca kopasiana,....

Ketiga Calon Presiden memiliki pengalaman sebagai Presiden dan atau Wakil Presiden. Pada saat ketiganya menjadi RI-1 dan atau RI-2, banyak juga kasus politik, ekonomi dan sosial yang mengganggu ketenangan masyarakat. Misalnya penjualan/pembelian asset negara, kapal tanker, penjualan gas ke China, Realesse & Discharge, Lapindo Brantas yang s.d saat ini belum tuntas, kecelakaan pesawat dan lainnya.

.

Mengapa para capres, cawapres dan tim sukses tidak mau jujur mengakui semua kelemahan ini?? Mengapa pula mereka lebih senang meng-ekspose hal-hal yang bersifat angka-angka dan belum tentu dirasakan langsung oleh rakyat?

.

Saling ’serang’ dan saling menjatuhkan para tim sukses sudah mengarah pada debat kusir. Bila terjadi pembiaran, dan hal ini terus dipelihara, justru akan kontra produktif dengan tujuan dari debat yang difasilitasi KPU tsb, dan ’memakan’ banyak anggaran negara...

.

Para Capres, Cawapres dan terutama tim sukses, mari kita introspeksi bersama, bahwa bangsa kita memiliki persoalan sangat besar dan membutuhkan penanganan yang serius, kerja keras serta konsep yang matang. Bukan dengan debat kusir, saling klaim dan saling menjatuhkan tanpa argumen yang jelas.

.

Rakyat menanti Anda, duhai para tokoh bangsa.

.

Majulah Indonesiaku

.

Salam demokrasi – salam ukhuwah

elha – 24.06.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Minggu, 2009 Juni 21

PARA CAPRES : DENGARLAH PESAN INI

PARA CAPRES : DENGARLAH PESAN INI

By elha – pengamat politik pinggiran

.

Bang One, TV-One, menampilkan pesan moral, bahwa menjelang pilpres, TKI yang menjadi korban penganiayaan diundang Capres, rakyat kecil disalami, masyarakat dapat melihat dari dekat capres (tokoh) mereka,…hehehehe..SETELAH TERPILIH..??? (TV-One, 21.06.2009)….

.

Pemilu khas Indoensia adalah pemilu lima tahunan. Senyum dan simpatik lima tahunan. Bicara atas dan mengatas namakan rakyat…wow…apalagi, lima tahunan. Itupun kalau terpilih lagi menjadi calon/kandidat.

.

Dalam tulisan saya sebelumnya,
PILPRES : TIBA-TIBA MEREKA PEDULI PASAR DAN PESANTREN…part1 , pasangan capres – cawapres rajin mengunjungi pasar dan pesantren. Tak terkecuali tokoh masyarakat, para TKI yang mengalami penderitaan di negeri jiran, hingga Prita Mulyasari, yang sebelumnya tanpa perlindungan.

.

Kita tentu senang dan bergembira dengan kehadiran para tokoh di tengah-tengah masyarakat, yang selama ini mengharapkan sentuhan pemimpinnya. Rakyat ingin keluhannya yang sudah terakumulasi sekian lama tersalurkan, bila mungkin segera terselesaikan. Masyarakat ingin mendengar langsung pernyataan para tokoh mengenai realita yang ada…….bahkan mereka rela menunggu sejak pagi hari dan berpanas ria untuk melihat sang tokoh.

.

Sudah pasti apresiasi dan applaus wajib kita berikan kepada para tokoh dan capres-cawapres tsb. Namun kita tentu akan lebih senang dan sangat mengharapkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan rakyat bukan hanya ‘ajang lima tahunan’. Karena data otentik adalah masyarakat itu sendiri berikut permasalahannya. Toh tujuan untuk menjadi Presiden, Wakil Presiden, anggota legislative dan pemipin daerah adalah untuk mensejahterakan rakyatnya. Bila ada agenda lain wajib ditempatkan dibawahnya.

.

Kami khawatir bila kedekatan dengan rakyat, membela TKI korban penganiayaan, melindungi orang seperti Prita Mulyasari dan berkunjung langsung ke pasar hanya ‘ajang lima tahunan’, maka Negeri gemah ripah loh jinawi toto tenteram kerto raharjo akan sulit terwujud.

.

Sabtu kemarin, anakku sakit panas. Namun karena keatifannya, dia lebih suka membantu aku membersihkan halaman rumah dan menyiram pohon-pohon, ketimbang istirahan di tempat tidur.

“Ai lagi sakit ai….?” Tanya Pakde, tetangga rumah

“Kok gak tiduran sih, biar lebih sehat...” lanjutnya

“Gak apa-apa. Allah dan Malaikat yang jaga aku...” jawab anakku dg polos dan mimik wajah lugu bocah empat tahun

“Loh kalo sakit bukan Abi ama Umi yang jagain...?” tanyanya lagi

“Emangnya Abi ama Umi Allah dan Malaikat...” jawab anakku enteng sambil terus mengunyah makanan kecil

.

Kami tersenyum. Yaa, Pakde dan tetangga rumahku memang senang menggoda anakku. Termasuk ketika sakit seperti kemarin.

.

Allah memberikan karunia besar dengan meng-amanahkan Fachri, anakku, kepada kami sekeluarga. Jawabannya yang lucu, polos dan apa adanya membuat kami sering kali berfikir dan ber-introspeksi.

.

Bila para Capres-Cawapres mendengar bocah kecil empat tahun itu bicara, beliau-beliau mungkin juga akan tersenyum dan terdetak di hatinya, bahwa apa yang diucapkan, meskipun hanya lontara spontan merupakan kritik masa kini. Jawaban atas fenomena kekinian. Allah dan Malaikat yang akan menjaga kita. Tidak perlu takut menampilkan kebenaran. Tidak perlu berpura-puran dan Lips Service, demi meraih simpati publik....Bila memang itu kebenaran dan keadilan, ungkapkan saja kepada publik. Insya Allah sebagian besar rakyat Indonesia masih bernurani bersih dan mau membela yang benar.

.

”Allah dan Malaikat yang menjaga aku” tegas anakku, 4 thn, yang masih bocah yang lugu dan polos.

.

Haruskah kita masih memperhatikan ajang lima tahunan???

.

Mhn maaf, kalimat dalam dialog di atas sudah ane sesuaikan/ubah redaksinya dengan tema kita.

.

SELAMAT ULANG TAHUN JAKARTA

Salam demokrasi – salam ukhuwah

elha : 22.06.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Kamis, 2009 Juni 18

PERJUANGAN TKW MENCARI KAKAK YANG HILANG

PERJUANGAN TKW MENCARI KAKAK YANG HILANG

.

Part 1...PEMBANTU KAMI KEMBALI

By elha – pengamat sosial pinggiran

.

Keinginanannya ke negeri Arab hanya untuk mencari kakaknya yang hilang sebagai TKW. Namun keberadaannya disana justru membuahkan penderitaan batin.....Perjuangan untuk kembali ke tanah air demikian berat. ...... Subhanallah, Tangan Allah mengatur segalanya…….mau tau ceritanya???..

.

Pembantu..? Loh, apa istimewanya sehingga harus diangkat dalam satu artikel. Toh dia bukan TKW yang di siksa oleh majikannya di Malaysia. Dia juga tidak ada hubungannya dengan salah satu pengeran.....demikian mungkin yang ada di benak pembaca.

.

Uyun namanya. Tepatnya Yunika Tahara (?). Dia tidak memiliki hubungan darah atau ’sambungan’ kekeluargaan dengan kami. Tinggalnyapun sangat jauh di Cianjur pedalaman, di lembah yang diapit oleh beberapa gunung/perbukitan. Perlu waktu sekian jam untuk mencapai tempat tinggalnya. Itupun harus dengan kendaraan pribadi yang ’tidak boleh dikendarai sendiri’, karena sunyinya suasana perjalanan dan tanpa penerangan, kecuali sedikit saja. Jadi sangat perlu teman, baik untuk kenyamanan ataupun keamanan.

.

”Mba Yuunnnn....Mba Yun kapan pulang??” tanya anakku via telepon, dengan nada sedih

”Nanti, setahun lagi...” jawabnya di seberang sana, di negeri Raja Abdullah

”Umii...Uyun kembali ke bumi satu tahun lagi....” katanya ketika gagang telpon telah berpindah ke tanga isteriku

”Yaa udah....Eneng sabar-sabarin ya. Tahan hati. Kuatkan. Doa, minta sama Allah agar semua dapat berjalan lancar....yaa” jelas isteriku tercinta menangkan

”Uyun dah gak kuat Umi. Gak tahan mo balik aja...” terangnya lagi

”Yaa udah coba tanyakan dulu ke ’majikan’. Kalau gak bisa dan haru sesuai kontrak....ya Uyun harus jalanin. Pan dulu Uyun yang mau cari pengalaman....nanti Umi ma Abi yang jemput Uyun kalau sudah pulang....” jelas isteriku lagi menenangkan

.

Uyun memang berstatus PRT. Namun di rumah kami selalu menyambut setiap PRT laksana datangnya keluarga baru. Dia kami anggap bagain dari keluarga kami sendiri. Termasuk Uyun itu....makanya ikatan bathin diantara kami begitu kuat. Tak terkecuali dengan anak-anaku kami.

..

Yaa...Uyun adalah salah satu TKW yang dikirimkan ke Arab Saudi pada tahun 2006. Tidak ada aneh dengan kata TKW. Namun kepergiannya ke Arab Saudi bukan karena uang. Tidak pula karena perasaan iri melihat rumah tetangga yang terus di renovasi, karena memiliki anak wanita yang bekerja di Luar Negeri (baca : negara Arab, sebagai PRT).

.

---catatan : Arab Saudi adalah negara kaya. Adat, karakter dan bahasanya jelas berbeda dengan Indonesia. Tidak semua orang Arab itu seperti yang digambarkan di media. Banyak yang baik. Hanya karena yang bersentuhan dengan PRT & diberitakan di media adalah yang memiliki karakter keras, maka opini publik langsung menjustis bahwa Arab adalah......(elha)----

.

Dia (Uyun) bekerja karena keinginannya mencari kakaknya yang raib entah kemana. Sudah sekian tahun sang kakak tidak kembali ke rumah sejak pergi meninggalkan tanah air menuju negara petro dollar, yang diangankan akan membawa berkah bagi keluarganya.

.

Dia kuatkan diri mendaftar ke PJTKI. Berharap dapat melihat kembali wajah sang kakak di negara Timur Tengah tsb. Namun apa daya, kehadirannya disana justru membawa ’penyesalan’ tersendiri. Tekan mental, phsicys pressure dan rindu yang tak tertahan dengan keluarga....ya keluarga. Keluarga yang dimaksud adalah keluargaku.

.

Hampir setiap saat dia memikirkan anakku. Hampir setiap hari dia menghitung waktu, kapan kembali. Bukan hanya dia, kami pun sedih. Sering juga kami berkomunikasi via telepon/HP untuk menanyakan kabar dan perkembangan masa kerjanya. Namun pelaksanaan kontrak tidak dapat dibatalkan, bahkan klausul dapat diperpanjang justru dilakukan, sehingga ’penderitaannya’ semakin berat.

.

”Abiii...Uyun diminta kerja lagi setahun. Uyun gak kuat lagi Abi..” katanya satu ketika

”.....” aku terdiam sesaat, menahan emosi yang muncul tiba-tiba

”Yun, kemarin waktu Uyun tanda-tangan, apa bacaan kontraknya...?” tanyaku pelan

”Diperpanjang satu tahun bi....” jawabnya

”Yuun, Arab itu negeri orang. Perjanjian sudah di tanda tangan. Berarti Uyun harus ikut perjanjian itu....kalau Uyun kabur..mo kabur kemana...lalu siapa yang mau bela Uyun...karena dari sisi manapun ’majikan Uyun’ tidak dapat disalahkan. Kecuali ada penyiksaan, penganiayaan....kalau hanya tekanan mental...sulit untuk dibuktikan..ya udah Abi, Umi, Mufti dan Umi akan bantu doa dari sini...” kataku menenangkan dengan suara agak lirih

”Iyya biii...kabar kakak ama Fachri gimana bi...?” tanyanya mengalihkan perhatian. Namun dengan suara tertahan seolah menahan gejolak perasaan di hati.

”Baik...Fachri dan Mufti juga rindu Uyun...” jawabku

”Yaa udah ya Bi....” katanya menutup pembicaraan dengan suara agak sesegukan

.

Kami tidak tahu berapa liter air mata yang sudah ditumpahkan disana. Kami juga tidak terlalu paham bagaimana tekanan mental, psikis pressure yang dialaminya. Yang kami dengar bahwa anak majikannya agak ’nakal’ dan ada pula menyukainya. Entah apakah ada tindakan pisik akibat hal-hal tersebut. Yang jelas dia begitu sedih jika menceritakannya.

.

Aku dan isteriku menerawang penderitaan yang sering diberitakan media massa. Aahhh...lirih sekali membayangkannya. Apalagi mendengar penuturan orang tua angkatku yang mendengar langsung perbuatan majikan TKW di negeri Arab yang kebetulan bernasib tidak baik. Aahhhh...aku menahan nafas panjang.

.

”Umiiii...Uyun udah di Jakarta...” katanya semalam

”Uyun mau pulang kemana? Uyun kasih aja alamatnya sekarang..nanti abi ma umi yang jemput” kata isteri tercintaku

.

Bersambung...............

.

Mhn maaf, dialog tsb diatas tidak sama persis dengan yg sesungguhnya...namun tetap sesuai dengan tema dan keinginan dari sang tokoh, TKW_pen.

.

Salam ukhuwah

elha – 19.06.2009

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Rabu, 2009 Juni 17

PILPRES : TIBA-TIBA MEREKA PEDULI PASAR DAN PESANTREN…part1

PILPRES : TIBA-TIBA MEREKA PEDULI PASAR DAN PESANTREN…part1

By elha – pengamat politik pinggiran

.

Dalam beberapa hari belakangan ini kita disuguhi oleh fenomena menarik, para capres-cawapres rajin mengunjungi Pasar dan Pesantren....Benarkah Mereka Peduli?

.

Capres A mengunjungi Pesantren X di Jawa Tengah dan melakukan silaturahmi dengan jajaran ulama se-jawa tengah. Capres dan atau Cawapres B bertemu dan berdialog dengan pedagang pasar Y di Yakarta. Tak ketinggalan kandidat tersebut juga membeli produk yang di jajakan untuk menunjukkan bahwa mereka peduli. Capres dan atau Cawapres C menyatakan bahwa jika terpilih nanti akan memperhatikan pasar tradisional. Pasangan lain menyatakan bahwa pesantren memiliki peran yang penting.

.

Masyarakat tentu Sangaty bersyukur jika tokoh mereka, baik yang masih menjabat sebagai Presiden/Wakil Presiden ataupun berstatus kandidat, mengunjungi mereka secara langsung dan berdialog tentang kebutuhan, keluhan dan beragam masalah yang selama ini melingkupi mereka. Penggusuran, relokasi yang tidak sesuai dan peraturan-peraturan lain yang mengungkung mereka

.

Namun apakah keluhan dan hasil dialog tersebut akan benar-benar diperhatikan atau sekedar menjadi bahan dan komoditas politik? Wallahu’alam.

.

Masyarakat Indonesia Insya Allah masih ingat dalam setiap pemilu, para tokoh beneran ataupun tokoh dadakan, begitu intensif mendekati ulama, pondok pesantren, pedagang pasar, masyarakat kumuh, mahasiswa, dan elemen bangsa lainnya.

.

Ketika terpilih? Ketika apa yang mereka inginkan terwujud, kita bisa saksikan betapa Anggota DPR dari fraksi tertentu Sangat ngotot menentang masyarakat yang menginginkan UU Pendidikan yang mengatur pelajaran Agama di sekolah Agama yang berbeda.

.

Belum terlupakan juga fenomena UU Pornografi. Pesantren begitu mendukung….Fraksi-fraksi di DPR, siapa yang menolak?

.

Belum kenaikan harga BBM ketika para calon masih berkuasa. Siapa yang menentang arus dengan gagah menaikkan harga BBM? Siapa pula yang kini merasa paling merakyat? Wallahui’alam

.

Masyarakat tidak meminta sesuatu yang besar, muluk dan berlebihan. Mereka hanya ingin diperhatikan tentang hal-hal yang nyata dan selalu bersanding dengan mereka, seperti kenaikan harga Sembako, Minyak Goreng yang sering menghilang, Gula Pasir local yang tiba-tiba menjadi barang mewah, sekolah anak-anak mereka yang merasa seperti sebuah ‘kerajaan’ dan lain sebagainya.

.

Bersambung…

.

Salam demokrasi – salam ukhuwah

elha – 18.06.2009

public.kompasiana.com/2009/06/18/pilpres-tiba-tiba-mereka-peduli-pasar-dan-pesantren…part1

kompas.com/pilpres-tiba-tiba-mereka-peduli-pasar-dan-pesantren…part1




Baca Selengkapnya......