Senin, 26 Oktober 2009

KENALKAN, NAMAKU SLATTER….(BULE BETAWIE)

KENALKAN, NAMAKU SLATTER….(BULE BETAWIE)

“Gak mungkin kan, kalo anak kita cakep kita kasih nama Bunga….misalnya Bunga Kemboja..hehehe atau Pass Sier, Passier item, semen, batu kali..hehehe”

---oooOooo---

Apa arti sebuah nama, begitu ungkapan populer Shakepeare. Namun bagi Roe Ghaya, nama adalah sebuah identitas. Sebuah jati diri yang melekat pada seseorang. Baginya, nama mengandung pengertian mendalam. Tidak bisa dibuat sembarangan, misalnya seorang gadis cantik dan ayu dinamakan Bunga Kemboja. Atau seorang lelaki yang berbakat tampan dinamakan Freddy Nisan. Ya, meskipun Freddy agak kebarat-baratan, Nisan mencirikan sesuatu di tanah kuburan.

Karenanya, sebagai keturunan Indo, Roe Ghaya melekatkan nama ‘Slatter’ pada anaknya. Nama yang dianggapnya tepat dan sesuai dengan karakter anak kandungnya.

Keluarga Roe Ghaya dikenal sangat dekat dengan penduduk pribumi. Mereka berbaur tanpa batas. Ikut kegiatan arisan RT, siskamling, puasa Ramadhan, Lebaran, dan sholat lima waktu. Mereka juga menggunakan panggilan ala Betawie untuk keluarganya. Emak, Bapak, Encing, Uwa, Mpok, Abang, menantu dan besan (untuk keluarga menantu). Bahkan mereka ikutan repot pulang kampung waktu lebaran kemarin.

“Ya, rejeki mah gak kemane. Gak usah dikejar-kejar. Kalo emang waktunya dateng juga die dateng…” begitu alasan Slatter, dengan logat betawienya yang medok, ketika dinasehati untuk tidak terlalu boros menggunakan uangnya

“Tapi loe kudu liat-liat. Jangan orang baru kenal udeh loe pinjemin duit. Baru kemaren kenal udeh loe kasih pinjem motor….” Nasehat emaknya lagie

“Yaa Emak…Allah juga tahu. Kalo kite bae ama orang entar orang laen abe ame kite…emang orang ntu enggak bantu kite langsung, tapi anak kite, sodare kite, keluarga kite akan dibaein orang..” katanya lagie

“Aahh loe emang susah kalo di omongin….” Sahut Emaknya rada kesel

Begitulah Slatter. Dia selelu bisa mencari mencari alasan pembenaran segala tindakannya. Tak peduli orang lain suka atau tidak. Termasuk ketika dia kecopetan di Bis Mayasaribhakti.

“Emang loe gak tahu waktu dompet loe kecopetan.. ?” Tanya Bram, sobat akrabnya

“Gue liat sih…” jawab Slatter

“Kalo loe tahu, kenapa gak loe tangkap aja…?” Tanya Bram heran

“Ye, pan gue kemaren mo pulang kampung…” jawab Slatter

“Eh, apa hubungannya….?” Tanya Bram lagi semakin heran, dengan suara meninggi

“ada lah. Orang mo pulang kampong itu inget orang tua. Inget keluarga….”

“Iyya, hubungannya apa sama kecopetan…?” tanya Bram semakin geram

“Bram, die nyopet emang kerjaannye. Kalo kemaren gue tangkep. Entar die kerja apaan…” jelas Slatter enteng

“Dasar wong kentir…” cetus Bram pergi meninggalkan Slatter sendirian.

Bram memang sobat kentalnya. Dia asli Purwokerto. Nama aslinya Agus Haryanto. Dalam salah satu festival Theater, dia berperan sebagai tokoh utama dengan nama Bram Ibrahim. Nah, sejak itu dia melekatkan nama Bram dengan dirinya. Hehehe..tapi melepaskan kata Ibrahim dibelakangnya.

Menjelang Lebaran, Slatter mengajak beberapa temannya untuk membantu merapihkan rumah orang tuanya di bilangan Tangerang. Rumah yang besar, asri dan rumah pertama yang berpenampilan gedong dan mewah. Dia ingin orang tuanya bahagia menyambut Hari Raya…oh iyya, Slatter, Roe Ghaya, dan keluarganya adalah pemeluk Islam taat.

Slatter mengatur teman-temannya yang mengecat rumah bagian depan, belakang, dalam rumah dan merapihkan loteng. Semua bekerja dengan semangat dan professional. Hampir seluruh bagian rumah telah berubah warna catnya dengan warna yang baru.

“Rumah gua yang baru…ape gua yang salah masuk rumah orang ….?” Kata Roe Ghaya, ketika sampai di depan rumah

Dia agak ragu untuk melangkah kedalam

“Emak dari mana mak…bagus gak mak rumahnya?” Tanya Slatter penuh kasih, dengan dua pertanyaan sekaligus. Mengangetkan Roe Ghay yang masih berdiri di depan pintu

Roe Ghaya tidak langsung menjawab. Dia memperhatikan rumah barunya dan wajah Slatter silih berganti. Tak menyangka dengan kasih sayang anaknya

“Bagus gak Mak….?” Tanya Slatter lagi, membuyarkan keheranannya

“Ini rumah gua….?” Roe Ghaya balik Tanya dengan seulas senyum dibibirnya

“Iyya Mak….” Jawab Slatter dan teman-temannya bersamaan

“Ngape jadi kayak perpustakaan. Ada warna biru, ijo, kuning, oreny…sape nyang nyuruh…?” Tanya Roe Ghaya lagi dengan senyum kencut

“Slatter Mak… “ jawab yang lain serempak, takut mendapat omelan

Slatter berdiri kaku di pojok tembok depan rumah. Tak berani menatap wajah Emaknya yang terus memelototinya…

“Udah Mak…Slatter maksudnya bae kok..” hibur Apang, anak Rawabelong yang ikutan ngebantuin Slatter

“Bukan gitu sih. Gua cuman kaget aja, rumah gua kayak taman bacaan..”

“Pan enak Mak, warna-warni, kayak kebon bunga…” jawab Slatter

“Diam loe” Roe Ghaya sewot

“………”

Suasa hening. Semua terdiam. Tiba-tiba…

“Slatter maafin Emak ya….Emak tahu maksud loe bae….”

“Iyya Mak….”

“Mak…kenape seeh die dinamain Slatter….kenape gak Freddy atawa Franky…” celetuk Apang polos

“Maksud loe ape Pang…?” Tanya Slatter ketus

“Yee…ente tinggal di Betawi tapi Indo, Indo tapi nama tinggal di Betawie. Orang Betwaie kagak ada tuch nama Slatter…” celetuk Apang gak kalah sewotnya

“Gini….” Jawab Emak

“Nama aslinya adalah Fajaruddin…Bapaknya dulu mao dia jadi Mubaligh, itu tuch mirip-mirip Tuty Alawiyah”

“Tuty Alawiyah mah Cewek. Abdullah Syafi’i kale, bapaknya Tuty Alawiyah…” jawab Bram

“Ya gitu maksud gua…”

“Nah, pas SD kelas enem (6), die mulai bandel tuch…makannya banyak…ampe sering abis seleter buat die doangan….”

“oooohh, jadi Slatter itu tukang ngabisin nasi Seleter..” celetuk Abang bangga, bisa dapet bahan buat ngecengin

“Kirain nama asli Bule…” kata Bram Heran

“Emang kita Indo…Bapak Asli Tangerang Kulon (Banten), kalo Emak Banten-Arab. Kakek Slatter itu asli Arab Saudi…tapi kita gak mao ikutan ngerumpi Arab…hehehehe..darah Banten kita kentel…”

“Terus, dimane Indonye….?” Celetuk Apang lagi, dengan penuh keheranan

“Mak Kemot, neneknya Slatter dari Buyutnya punya darah China…Pecinan asli RRT…”

“Apaan PRT, Pembantu Rumah Tangga…?” Tanya Golek, yang dri tadi garuk-garuk kepala

“Busyet dah….RRT, China sono tuh… tapi mak Kemot bukan Nenek Asli. Cuman nenek adik dari Nenek asli…” jelas Roe Ghaya

Semua diem. Mereka bingung. Bukan nenek asli. Tapi adik nenek dari nenek asli….

“Ehhh..Slatter kemane…” teriak Rija, menyentak semua orang…

“Iyyee.. perasaan dari tadi die kagak keliatan….” Teriak Apang juga

Semua tertegun, melihat Slatter sedang makan diatas stragle. Itu loch tangga atau tempat panjatan orang-orang/tukang kalau mau betulin yang tingi-tinggi…

“Dasar Tablo..kerjaannya gegaris doangan…” tutur Roe Ghaya spontan

“Tablooo….?” Teriak mereka serempak

“Iyyaa..tablo..Tampang Blo’on” jawab Rogaye enteng. Rogaye, nama asli Roe Ghaya

Salam ukhuwah

elha – pengasuh KLINIK CINTA




Baca Selengkapnya......

DOWN SINDROM, butuh KASIH SAYANG ORANG TUA…

DOWN SINDROM, butuh KASIH SAYANG ORANG TUA…

Makna Down Sindrom sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi kita. Sering kali makna tsb menjadi bahan diskusi hangat, topik pembicaraan pagi bersama kopi panas, atau sekedar obrolan di warung kopi. Tapi intinya masyarakat kita sudah terbiasa berinteraksi dengan Down Syndrom society n’ side others.

Bila kita melongok kedalam kelas di salah satu SLB (Sekolah Luar Biasa) kita akan menjumpai anak-anak yang mengalami down sindrom. Demikian pula jika kita berada pada ruangan praktek terapi akunktur, terapi herbalis modern ataupun klinik tumbuh kembang anak. Anak-anak itu seperti masyarakat pada umumnya jika berada pada komunitas mereka sendiri. Bermain, tertawa riang, bercanda, bersenda gurau dan saling berkomunikasi (dengan bahasa dan gerak tubuh yang ‘khas’ mereka).

Mungkin kita lebih mengenal kata AUTHyS ketimbang down sindrom, tetapi sebenarnya relatif sama. Hanya jika penderita authys lebih cenderung complex dan spesifik. Ada penderita autis yang relatif lambat perkembangan otak/mental dan pisiknya dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Ada juga penderita autis yang justru lebih aktif (hyperactive) dan cenderung ingin lebih ketimbang anak-anak yang lain.

Jika kita berada diantara saudara-saudara kita yang menderita down sindrom, perasaan dan hati kita akan dipermainkan oleh suasana sedih, miris, terkadang kita tertawa namun dilain kesempatan kita akan merenung. sedih melihat betapa ujian dan cobaan Allah telah dating kepada mereka di usia mereka yang masih sangat belia tanpa mereka sendiri merasakan bahwa mereka mengalami kekurangan/kelambatan perkembangan. Betapa mereka butuh perhatian dan keikhlasan kita untuk berbagi, bergaul dan tanpa ada perasaan untuk mengucilkan. Tapi kita akan sedikit tertawa jika melihat aktifitas dan pergerakan mereka yang terkadang lucu dan riang, namun tiba-tiba kita juga akan merenung menerawang keadaan dan masa depan mereka di masa yang berbeda dengan saat ini.

Ibu Aryati, orang tua yang kebetulan anaknya menderita down sindrom, menuturkan bahwa awalnya dia begitu sedih, miris dan berkeinginan untuk tidak menerima kehadiran sang anak, sebelum anak itu dilahirkan. Tetapi setelah berulang kali berfikir kemudian dia justru menyebutkan bahwa ‘ini semua adalah karunia Allah SWT. Kesempatan ini merupakan momenum untuk berbuat dan mencurahkan perhatian untuk keluarga/anak’. Lalu Bu Aryati mengundurkan diri dari pekerjaannya agar dapat memiliki waktu cukup untuk dekat dengan keluarga/anak-anaknya

Beliau kemudian mendirikan organisasi bagi para orang tua yang anaknya menderita Down Sindrom, untuk dapat saling berbagi, bercerita dan bertukar pengalaman, dengan nama POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Down Sindrom). Dan merelakan rumahnya dibilangan Ciputat menjadi secretariat organisasi tsb.

Secara Umum, cirri-ciri penderita Down Sindrom, adalah (antara lain) :

1. Ciri Pisik ; Wajah cenderung simetris, mulut agak terbuka dan lidah terlihat lebih tebal

2. Ciri Mental ; Lebih lambat dalam beraktifitas dan menerima respon dari lawan bicara

Jika ada rekans pegawai dan/atau saudara rekans pegawai dan/atau tetangga rekans pegawai yang memiliki anak yang menderita down sindrom, mungkin ada baiknya berinteraksi serta menggabungkan diri dengan POTADS. Dengan bergabung pada orang-orang yang memiliki kesamaan perjuangan, relatif lebih mendapat value added, setidaknya dalam hal mendidik anak, mengupayakan agar sang anak dapat mensejajarkan diri dengan anak-anak lainnya.

Bersambung (kalo bisa n inget..hehehe)

Salam ukhuwah 16.04.2007

elha – pengasuh KLINIK CINTA

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Senin, 19 Oktober 2009

‘GURUKU’ SEORANG PENGAMEN …elha 23.11.2006

‘GURUKU’ SEORANG PENGAMEN …elha 23.11.2006

“UNTUK MENJADI ORANG YANG DIHORMATI DAN DIHARGAI, KITA TIDAK HARUS BERSEPATU DAN BERDASI…”

---oooOooo---


Dengan senyum yang renyah (ciaela udeh kayak fried chicken aja) dan bahasa yang sederhana, pengamen tua itu mengakhiri pertemuanya dengan kami para penumpang bis kota, sambil berujar…

“UNTUK MENJADI ORANG YANG DIHORMATI DAN DIHARGAI, KITA TIDAK HARUS BERSEPATU DAN BERDASI…”

Saya, dan mungkin juga penumpang yang lain, tercenung oleh sambutan terakhir beliau. Ya BELIAU….beliau adalah sebutan yang pantas untuk pengamen tua itu. Kalimat-kalimatnya selama masa pertemuan (pertemuan di atas biskota) begitu menyentuh dan membimbing kita untuk dapat ‘hidup’ dalam ‘siklus kehidupan’……

Setelah beliau turun, pikiran saya menerawang kembali membedah waktu. Membelah saat ini menuju saat ketika beliau datang.

“Assalamu’alaikum”

“Saya mengamen karena saya sayang isteri dan keluarga saya. Demi masa depan mereka. Dan demi masa depan Republik Indonesia………”

Begitu kira-kira beliau mengawali ‘pidatonya’. Pidato yang sangat sederhana karena dilakukan di atas biskota dan hanya dihadiri oleh puluhan orang yang menjadi penumpang.

Benar, beliau mengamen untuk anaknya, untuk isterinya. Beliau tidak malu, tidak sungkan, (maaf, bahkan mungkin) beliau begitu menikmati profesinya. Senyum renyah selalu menghiasi wajahnya selama masa pertemuan…..bukankah itu tanda bila beliau sangat menghayati makna profesi yang beliau jalankan.

Benar penghayatan dan menikmati profesi yang beliau geluti adalah bukti tanda sayang dan cinta beliau terhadap keluarganya.

Keluarga yang dibina dengan kasih dan sayang, atas dasar Mahabbah …à Mawaddah wa rahmah, akan menjadi keluarga yang sakinah. Keluarga yang sakinah adalah awal dari terciptanya masyarakat yang damai dan tenteram. Muara akhirnya adalah Indonesia yang damai….

Oh itu toch mengapa beliau menyelipkan pidato beliau dengan kalimatDemi masa depan mereka. Dan demi masa depan Republik Indonesia

Dengan suara yang khas orang tua, terdengar lantunan syair (lagu) berbahas jawa. Menilik dari lirik yang terdengar, saya menyimpulkan bahwa bahasa jawa yang digunakan dalam syair tersebut adalah bahasa jawa yang halus…njawani.

Sayangnya saya tidak mengerti bahasa jawa sehingga tidak dapat mengambil pelajaran, hikmah dan maksud yang terkandung di dalam lantunan syair-syair tersebut.

Namun dari pertemuan yang tidaklebih dari 15 menit tersebut ada beberapa pelajaran penting yang (menurut saya) dapat kita jadikan pegangan, atau setidak-tidaknya menjadi alternatif kita, yaitu :

1. Penghayatan Bapak pengamen itu terhadap pekerjaannya. Senyum mengembang yang selalu dipersembahkan kepada para penumpang membuktikan bahwa Bapak pengamen itu mampu mengaplikasikan ‘service plus” terhadap nasabahnya

2. Bapak pengamen itu juga sangat paham profesi yang digelutinya adalah lahan nafkah untuk keluarganya. Oleh karena itu dia sangat menjaga agar lahannya tetap menjadi lahan yang subur. Tidak ada unsur pemaksaan, meski dalam bahasa yang sangat halus sekalipun

3. Nasehat-nasehat yang diberikan diselah-selah syair lagu menandakan bahwa Bapak pengamen itu sudah banyak ‘makan asam garam’ kehidupan. Nasehat-nasehat itu merupakan ‘taushiyah’ agar kita tidak salah melangkah.

4. Ucapan terima kasih yang khusus ditujukan kepada yang memberi maupun terima kasih yang ditujukan kepada yang tidak, plus doa kepada seluruh penumpang juga menunjukan bila Bapak pengamen itu sangat menghargai keberadaan nasabahnya….

5. Dan lainnya

Rasulullah bersabda

“Barangsiapa memberi teladan yang baik dalam Islam, lalu diikuti oleh orang lain sesudahnya maka dicatatnya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh. Dan barangsiapa yang memberi teladan yang jelek dalam Islam, lalu diikuti oleh orang lain sesudahnya maka dicatat untuknya dosa sebanyak orang-orang yangmengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka perolh sedikitpun”..(HR. Muslim).

Subahanallah….Terima kasih Bapak Pengamen Jalanan. Terima kasih.

INNA AKROMAKUM ‘INDALLAHI ATQOKUM

Salam ukhuwah - 23.11.2006

elha – pengasuh KLINIK CINTA

Baca Selengkapnya......

Rabu, 14 Oktober 2009

MAH, AKU SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI…Jakarta Under Cover-2

MAH, AKU SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI…Jakarta Under Cover-2

By elha – 14.10.2009

.

Bagai disambar petir disiang bolong, Tante Lisa mendengar keponakannya sudah tidak perawan lagi. Ia pun lansung menghubungi orang tua Tuti….Mereka ‘menyidang’ Tuti di hari yang sama….Gemas dan geram tampak sekali di wajah mereka..

.

---oooOooo---

.

“Saya udah ngelakuin hubungan sex…. yaaaa..sekitar sepuluh kali lah….” jelas Tuti (bukan nama sebenarnya), mengira-ngira

“Dah ma berapa orang....?” tanyaku pelan

“eehhmmm…lima orang..” katanya sambil menerawang langit-langit kamar

“..lima orang...” aku mengangguk-anggukan kepala

”..lima orang.....di mana aja kamu melakukannya... ??” tanyaku lagi

”..di rumah dia mas,...di hotel.....” jelasnya...

.

Aku mencoba memahami perasaan Tuti. Dia menjabarkan dengan lancar apa yang pernah dilakukannya. Tanpa sedikitpun ditutupi. Kadang dia tertawa. Kadang pula dia tertunduk dan menangis mengingat kisah ‘petualangan sex’ nya.

.

Ku biarkan dia larut dalam perasaannya. Tangisan tak jarang dapat menjadi sarana untuk menghilangkan kegetiran. Air mata sering juga bisa menjadi ekpresi jiwa. Jiwa yang sedih. Jiwa yang tak percaya sesuatu telah terjadi pada dirinya.

.

“Tutiii....” kataku dengan suara perlahan, agar dapat menembus dinding kesedihannya

“Tutiiii....teruskan tangisanmu jika itu bisa menjadi penghilang beban berat yang ada di pundakmu...bila kamu ingin berteriak, teriak lah......jika kamu ingin menginjak masalahmu, injaklah dengan keras. Anggap saja lantai dibawah kakimu adalah masalahmu...injak-injak dia....injak-injak dia....buang jauh-jauh....”

.

Tuti melakukan apa yang ku katakan. Dia melengkingkan tangisannya. Kemudian menginjak-injak lantai dengan keras dan terus bertambah keras. Seolah-olah lantai tsb merupakan ’musuh’ yang harus ditaklukannya.

Kira-kira lima menit kemudian dia berhenti. Terduduk lesu. Rambutnya terjuntai kebawah....tangannya digunakan untuk menutupi wajahnya...tapi masih terlihat jelas bekas aliran airmata di kedua pipinya.

.

”Gimana perasaanmu sekarang Tut...?” tanyaku tetap dengan suara pelan

”Enakan.....enteng rasanya....” katanya dengan suara ringan

”hehehehe...coba donk kamu buka tanganmu.....”

Dia menurunkan tangannya dari wajahnya....sembab....matanya agak bengkak

”kamu senyum dan tertawa...sedikiiiit aja...”

Dia tersenyum...dan terus tertawa...dia memalingkan mukanya...malu...hehehehe...abis nagis ketawa..makan gula jawa...(hehehehe..syair masa silam ketika masih kecil)

”Nah gitu khan lebih enak...lebih manies...”

.

Tuti, pasien KLINIK CINTA elha, adalah salah satu korban ’pergaulan bebas’. Bebas tanpa batas. Demi sebuah percobaan dia rela melepas kata anggun bernama keperawanan. Setelah itu penyesalan datang menghampirinya. Perasaan berdosa, bersalah dan malu pada keluarga menindih dan menjadi beban tak terhingga.

.

Beban bathin yang terus datang bertubi membuatnya tak sanggup berdiri tegak. Dia tak mampu lagi menanggung beban iti sendirian. Dia mencari teman untuk berbagi... sayangnya teman yang dipilih tak mau menerima limpahan beban, kecuali dengan imbalan....imbalan ’kenikmatan’....ya dengan sedikit keterpaksaan dia memberikan imbalan itu. Dan terus dilakakukannya....termasuk dengan beberapa orang pacarnya.....(pacar kok malah ngerusak.....bukannya melindungi...pacar apa tuch...heheheh..ceritanya aku ikutan kesel neeh)

.

Satu ketika, karena malu bertemu keluarga, dia mencoba mengadu peruntungan dengan tinggal di rumah tantenya di bilangan Jakarta Utara. Dia berharap suasana bathinnya dapat lebih tenang dan tentram....

.

Dia menceritakan sebagian kisahnya kepada tante yang disayangi.

Disertai helaan nafas yang panjang...hhuuiiih.... semoga saja cerita itu dapat mengurangi’hukuman sosial’ yang dideritanya....

.

Namun perhitugannya tidak tepat. Belum sempat bernafas lega, rombongan keluarga besarnya datang.....was was.....

”dug dug dug....dug dug...” suara itu terdengar jelas dari dadanya....

.

Kemudian Tuti disidang bersama. Pertanyaan, ’celaan’, amarah dan ’makian’ datang silih berganti. Tak satupun yang mampu dijawab, selain air mata...dan mendengar semuanya dari balik wajah yang tertutupi oleh kedua tangannya...

.

Geram, marah dan gemas bercampur menjadi satu. Mereka ingin melampiarkannya kepada Tuti, anak yang dianggap sudah membuat malu keluarga....

Setelah itu.....perlakuan orang tua, adik, dan saudaranya berubah...terasa menjauuuuhhhh...

.

---oooOooo---

.

”Tut....sekarang kamu pulang dulu ya...” kataku

”Enggak ah mas elha...saya takut. Mama dan Papah galak. Mereka gak mau tahu peraan orang...suka nge-beda-bedain”

”kamu pulang aja..kamu butuh istirahat...”

”Nah klo dah sampe rumah....kamu cium tangan ma mamah kamu. Ma Papa kamu. Walau bagaimanapun meraka adalah orang tua kamu. Yang merawat, membesarkan dan mendidik serta menyekolahkan kamu....”

.

Lalu tuti pulang. Langkahnya gontai......

---oooOooo---

.

Beberapa hari kemudian Tuti menelpon. Suaranya sudah lebih ringan. Tawa renyahnya terdengar dari ujung telepon...

.

”Mas elha,....masturbasi boleh gak seeh?” tanyanya

”....Yaaa Allah....emang kenapa...?” aku balik tanya

”Setiap malam saya masturbasi.....” jelasnya

.

Asytaghfirullah.....

Aku memang tidak mengerti masalah sexologhy, health, dan psikologi seksual.....makanya aku tak berani menjawab dengan latar belakang keilmuan tsb, dan pura-pura tahu...

.

Islam menjawab, bila kita memiliki hasrat seksual yang tinggi, menikahlah. Bila tidak maka berpuasalah. Atau perbanyak kegiatan untuk menyalurkan hormon yang terus terproduksi. Dan memohon kepadaNYA untuk tetap dalam lindungan da tidak terbujuk rayu ’syaithon’ baik dari jenis jin atau manusia

.

”Siapa yang telah memiliki kesanggupan, menikahlah. Jika tidak, berpuasalah karena puasa itu bisa menjadi kendali” (Riwayat Ibn Majah, lihat: Kasyf al-Khafa, II/324, no. hadis: 2833).

.

Salam ukhuwah

elha – pengasuh KLINIK CINTA

021-92900184, 08180.869.7786




Baca Selengkapnya......

Kamis, 08 Oktober 2009

MENGANIAYA PEMBANTU…..(LEBARAN DAY Part 2)

MENGANIAYA PEMBANTU…..(LEBARAN DAY Part 2)

By elha – i. 22.09.2009

.

Luapan marah & emosi kita ekspressikan dalam kebencian ketika mendengar ada TKW yang di-aniaya di Malaysia, atau negeri lainnya. Kita juga geram melihat di TV banyak PRT yang di-aniaya majikan. Selebritis atau bukan….

.

---oooOooo---

.

SERI KLINIK CINTA

.

Tangis air mata haru, mendengar lantunan gema Takbir dari Masijid & Musholla yang saling bersahutan. Sedih meninggalkan Ramadhan, haru bahagia berhasil melwati ujian, cobaan dan godaan selama Ibadah Shaum, Tarawih dan Taddarus. Yaa Allah, Engkau sampaikan aku dalam Idul Fithri-Mu yang Agung….

.

Suasana haru & bahagia menghiasi hamper seluruh penduduk Muslim di seluruh Dunia, tak terkecuali keluarga kita di berbagai pelosok tanah air.

.

Milik siapakah Idul Fithri? Milik seluruh Umat Muslim yang melakukan Ibadah Ramadhan….

.

“Bi, Lebaran besok pulang ga...?” tanya seorang Ibu kepada pembantunya (PRT)...

”Pulang Bu...saya ingin membawakan baju baru buat anak saya di kampung...” jawab pembantunya

”Bi, kebetulan lebaran sekarang di rumah akan banyak tamu. Lebaran kemarin juga banyak. Tapi sekarang lebih banyak lagi. .... bibi bisa gak pulangnya abis lebaran aja. Misalnya tanggal 27 besok...?”

”Tapi Bu, saya pengen lebaran di kampung...pengen ketemu suami sama anak saya. Udah lama saya gak pulang....”

”Tolong ya Bi. Nanti kita ongkosin deh pulangnya. Kita bawain makanan dari sini....”

.

Si Bibi (PRT) terdiam. Tertunduk sedih. Sulit baginya untuk menolak kembali. Meski permintaan halus, namun Ibu Majikan sudah mengulangi dua kali. Artinya.....

.

”Gimana Bi...bisa kan?” tanya Ibu itu lagi, dengan penekanan pada kata ’bisa’

”Gimana ya Bu...”

”Coba deh Bibi pikir-pikir dulu. Kasian anak-anak saya. Nanti siapa yang nyuapin makan. Siapa yang gendong kalau kecapean menerima tamu. Belum lagi cucian piring yang pasti banyak Bi....”

”iya deh...” jawab sang PRT dengan tertunduk lesu....

.

---oooOooo---

.

PRT adalah sebuah profesi yang dijalani seseorang, dengan mengerjakan/melakukan pekerjaan di dalam sebuah rumah tangga. banyak diantara PRT yang sudah memiliki keluarga. Mereka bekerja untuk menafkahi keluarganya. Kadanga bahkan suaminya.

.

Umumnya mereka pulang bersama (mudik bersama) menjelang lebaran. Mereka akan bahagia bila melihat anak/keluarga menerima bingkisan yang mereka siapkan, meski hanya sekaleng biskuit ataupun baju lebaran yang dibeli dari pasar tradisional. Kebahagiaan mereka tak terkirakan.

.

Bagaimana perasaan mereka ketika harapan bahagia itu pupus, di ’paksa’ sang majikan untuk tetap mengurusi rumah tangga dan ’melupakan hasrat’ keindahan lebaran bersama keluarganya di kampung? Adakah ini merupakan salah satu bentuk ’peng-aniayaan’ perasaan kepada mereka? Menjauhkan mereka dari sanak keluarganya. Menjauhkan mereka dari suasana Idul Fithri dengan tradisi khas desa/kampung/daerah....

.

Dalam Islam PRT, memiliki kedudukan yang mulia. Ia adalah manusia yang memberikan dan membantu kemudahan bagi banyak orang. Mari kita lihat dalam telaahan sederhana :

1. Islam memberikan penghargaan yang tinggi bagi orang yang mau bekerja dalam rangka mencari rezeki. Jadi apapun jenis pekerjaannya, Islam menghargai itu. Allah berfirman: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS.62:10).

Allah bahkan memberikan penghargaan yang tinggi bagi mereka yang berusaha mencari kerja. Sebagaimana hadis Nabi: “Tidaklah seorang di antara kamu makan suatu makanan lebih baik daripada memakan dari hasil keringatnya sendiri” (HR. Baihaqi).

2 PRT yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Keberadaan mereka memiliki posisi yang sangat penting dalam kaitannya meringankan segala kesulitan muslim lainnya. Nabi Muhammad bersabda: “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Bukhari dan Muslim).

PRT bukanl sebuah profesi yang rendah. Pentingnya kedudukan PRT di dalam Islam, telah diperlihatkan oleh Rasulullah SAW, keluarga, dan sahabatnya. Bahkan Rasulullah pernah memiliki PRT bernama Barakah—gadis yang berasal dari suku Habsyah, yang pada awalnya seorang hamba yang diperdagangkan. Barakah bertugas membantu Aminah—ibunda Muhammad—dalam mengasuh dan menjaganya.

.

Salam ukhuwah

elha – KLINIK CINTA

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......

Rabu, 07 Oktober 2009

BERAPA KALI KITA ‘MEMARAHI’ ANAK KITA SEHARI..??

BERAPA KALI KITA ‘MEMARAHI’ ANAK KITA SEHARI..??

By elha – 07.10.2009.

Anak adalah harapan masa depan keluarga. Keinginan kita mendidik anak dengan baik, justru berbuah ’kenakalan’, ’pembangkang’ dan ’pemalas’...ADAKAH PERAN KITA DISANA......???

Pembaca http://www.jangankedip.blogspot.com, dalam KLINIK CINTA, yang ane dirikan pada tahun 2004 lalu, ane membagi ranah pemikiran dan pembelajaran dalam tiga sisi yang saling bertautan, yaitu anak dan keluarga (Fam n Parenting), masyarakat (Love Society) dan pendidikan/sekolah (Fun Learning)...

Sebagai masyarakat yang ber’tahta’ modernitas, kita seringkali mengaplikasikan teori orang tua adalah sibuker (pegawai/aktifis yang sibuk), anak harus banyak belajar di sekolah, kursus/les dan ekskul. Pembantu merapihkan dan menata rumah. Masyarakat adalah komunitas dimana kita tinggal.

Anak, dambaan, harapan dan buah masa depan kita, tak jarang ter-ejawantahkan dalam sistem modernitas menurut asumsi kita. Mereka kita ’paksa’ untuk mengerti kondisi kekinian. Mereka harus belajar menjadi orang tua, menjadi manusia dewasa, meski usianya masih dibawah sepuluh tahun.

Sedikit saja mereka khilaf, salah atau tidak sesuai keinginan, kita merasa bahwa kita layak menumpahkan amarah.....

Sebagai tahap awal, dari tahapan diskusi KLINIK CINTA di blog Kenikmatan Dunia, mari kita hitung berapa kali kita menumpahkan amarah terhadap mereka....(untuk kita bahasa pada episode berikutnya...hehehehe...ini sudah ane aplikasikan sejak awal tahun 2004 lalu)....

”Waan...ayo bangun..sudah jam enam neeh...” teriak seorang Ibu/Bapak membangunkan anaknya yang sedang tidur, sambil merapihkan perlengkapan kerjanya...

Kemudian dia mengambil sarapan pagi dan menyalakan TV...mencari informasi baru yang dapat didiskusikan di kantor nanti...

”Yaaa...Allah Waan, kamu belum bangun.....sudah jam 06.15...ayoo sekolah nanti terlambat...” katanya lagi dengan suara yang lebih tinggi...

Matanya masih fokus ke TV dan memperhatikan berita bencana....kasihan..desisnya...

”Waannn....Sudah jam 6.30..kamj belum bangun juga....Ya sudah kamu sekolah bareng Mba saja....” nadanya lebih tinggi dari yang terakhir...

Kemudian dia mematikan TV dan berangkat menuju kantor....

--oooOooo—

Siang hari, Ibu/Bapak tadi menelpon ke rumah, menanyakan sekolah anaknya...

”Apa...kamu tadi terlambat...Ibu/Bapak bilang juga apa....payah kamu...”

Hatinya gundah...mau jadi apa dia nanti....

Sore/malam hati Bapak/Ibu pulang ke rumah....seperti biasa, sambil istirahat membaca koran dan mendengarkan/melihat TV...

Ketika anaknya bertanya, “Pak/Bu...besok wawan ada Outing class, harus bayar Rp. 50.000..dan...” belum selesai si anak meneruskan kalimatnya

“Bapak./Ibu sudah bilang kalau Bapak/Ibu baru pulang kamu jangan langsung bicara....lagipula kan ada Mba....minta saja sama Mba...nanti Bapak/Ibu kasih uangnya...”

Kemudian Wawan tertunduk. Bingung, akan bagaimana...lalri dia berlari kecil kekamar tidur dan....

---oooOooo---

Adakah Bapak/Ibu yang merasakan ata melihat kondisi seperti ini...

Mari kita mulai diskusi sebelum KLINIK CINTA kita terapkan

Salam ukhuwah elha




Baca Selengkapnya......

Senin, 05 Oktober 2009

TIPS MASUK SURGA DENGAN MUDAH…..(2)

TIPS MASUK SURGA DENGAN MUDAH…..(2)

By elha – 03.10.2009.

Masuk Surga dengan mudah? Apakah bisa? Rasulullah menjawab “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan (tidak mau)”…..Mau tahu Tipsnya … …

.

---oooOooo---

.

”....hai…Fulan…masuklah kedalam Surga lewat sini…” demikian pintu-pintu Surga memanggil Fulan bin Fulan. Pintu-pintu Surga berlomba dan sangat dirindu dimasuki oleh Fulan bin Fulan. Mengapa? Karena Fulan bin Fulan mengetahui rahasianya....yaitu, membuka buku tabungan kebajikan yang tak pernah diambil/ditarik...sehingga saldonya selalu bertambah. Bonusnya Syafaat Allah & Rasul-Nya.

.

Selain nilai ke-Ikhlasan dalam arti yang sebenarnya dan dilakukan sungguh-sungguh, Seorang pemimpin yang adilpun dijamin masuk Surga. Pemimpin yang adil menempati posisi pertama dari tujuh golongan yang dijamin masuk Surga.

.

Hanya seringkali kita (penulis_elha, pembaca kompasiana dan kita semua) mempersulit kemudahan tersebut. Coba kita di tengok dalam kehidupan keluarga kita. Sudahkah kita berlaku adil terhadap anak-anak kita? Adakah kita membedakan kasih sayang terhadap anak yang satu dibandingkan dengan yang lain? Pernahkah kita ’memarahi’ anak kita yang satu dan ’memaklumi’ untuk anak yang lain. Meskipun tingkat kesalahannya sama atau proporsional? Apakah kita pernah membelikan mainan/pakaian/makanan untuk salah satu anak kita dan lupa untuk yang lain?

.

Dalam hubungan suami isteri, adakah kita sudah berlaku adil terhadap isteri/suami dirumah? Sudah memberikan hak nafkah dari gaji/penghasilan yang kita dapatkan? Atau ada sedikit yang kita sembunyikan tanpa memberitahu kepada isteri kita? Bila kita seoran isteri, pernahkah kita memberikan bantuan kepada orang lain, orangtua, keluarga dan teman tanpa ijin dari suami? Atau malah dilakukan secara sembunyi-sembunyi?

.

Kesalahan dan kehilafan tersebut kita lakukan secara rutin atau bahkan mungkin dengan sengaja. Kita jarang melakukan evaluasi bersama (muhasabbah). Kita lebih sering melihat dan menghitung kesalahan suami kita, membandingkannya dengan orang lain. Kita juga lebih sering menyalahkan istri kita dan membandingkannya dengan isteri tetangga atau teman kantor. Kita bahkan sering memaksakan kehendak dan keinginan kita terhadap anak tanpa memperhatikan keinginan ’sang anak’. Bahkan kita jarang mempertimbangkan bahwa anak kita masih relatif kecil, yang mungkin belum mampu mengikuti kemauan kita sebagai orang dewasa.

.

Yang sering luput adalah bahwa kita lebih mem’pressure’ nafsu kita sebagai orang tua ketimbangkan mengitu selera anak dan mengarahkannya sesuai harapan dan tuntutan masa depan....

.

Kita seolah-olah enggan masuk Surga melalui Pintu Pemimpin yang Adil, karena lebih sering mengedepankan ’ego’ dan ’amarah’ daripada mengakomodasi keinginan anggota keluarga kita. Tidak melakukan muhasabbah/evaluasi bersama. Yang terjadi justru lebih sering ’aduh mulut’ atau ’adu otot’ dalam rumah tangga.

.

Di lokasi kerja keadaan yang tak jauh berbeda terjadi. Apa yang kita lakukan terhadap anak kita kita terapkan juga untuk bawahan (anak buah) kita. Pressure, pemaksaan kehendak dan ’amarah’. Mitra kerja kita perlakukan ’seperti’ isteri di rumah. Nilai kurangnya lebih banyak dibandingkan dengan sisi positifnya.

.

Adakah kita sudah menjadi pemimpin yang adil? Tidak-kah kita mau masuk Surga melalui pintu yang menyebut nama kita karena sudah bersikap bijak (adil)? Apakah kita sendiri yang menolaknya, seperti Sabda Rasulullah di atas

“Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan (tidak mau).” (HR Bukhori 22/248)

.

Bagaimana tipe pemimpin yang adil?

Rasulullah adalah Contoh dan teladan yang sempurna. Beliau mendidik anak sesuai syariat & perkembangan anak. Sebagai seorang kepada Negara Beliau juga mengurus dengan rasa keadilan tanpa diskriminasi, termasuk kepada orang Yahudi yang mau tinggal di negeri Muslim. Ummat tetap menjadi laang dakwahnya.

.

Umar Ibnul Khottob juga dapat rujukan yang baik. Seorang Umar bersikeras memanggul sendiri sekarung gandum untuk diserahkan kepada seorang Ibu Tua yang kekurangan makanan dan hanya memasak air & batu untuk membohongi anaknya yang lapar agar tertidur. Ketika staf/pengawalnya ingin membantu, Umar menjawab, ”Apakah engkau mau memanggul dosaku di Akhirat kelat karena ada rakyatku yang kelaparan..?”

.

Atau Harun Al-Rasyid., seorang ’alim’yang ketika diangkat menjadi Kholifah beliau berucap, ”Innalillahi Wainnailaihi Roji’uun”. Beliau tidak menggunakan fasilitas negara untuk pribadi dan keluarganya. Bahkan ketika puteranya ingin berbicara dengannya, beliau bertanya ini urusan negara atau pribadi. Ketika dijawab urusan pribadi, beiau mematikan lampu, karena tidak ingin masalah pribadi menggunakan biaya negara, meski hanya sebuah lampu. Subhanallah.

.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, Harus Ar-Rasyid tak mengenal kompromi dengan korupsi yang merugikan rakyat. Sekalipun yang berlaku korup itu adalah orang yang dekat dan banyak berpengaruh dalam hidupnya. Tanpa ragu-ragu Harun Ar- Rasyid memecat dan memenjarakan Yahya bin Khalid (Guru yang sangat berpengaruh dalam hidupnya) yang diangkatnya sebagai perdana menteri (wazir).

.

---oooOooo---

Itulah gambaran mengapa Pintu Surga sangat rindu kepada pemimpin yang adil. Karena rasa ego menjaukan kita dari rasa adil. Hatta kepada kelaurga kita sendiri...tapi, Insya Allah dengan usaha yang optimal, sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, kita mampu mewujudkan keinginan untuk menjadi seorang Pemimpin yang Adil, stidaknya pemimpin Rumah Tangga atau Pemimpin dalam Pekerjaan. Amien.

.

Note : artikel hanyalah sebuah kultum, dikusi dan bahan untuk muhasabbah kita bersama, elha, pembaca kompasiana & kita semua. Sebagai bahan renungan kita menuju kebaikan bersama.

.

Salam CINTA – salam ukhuwah

elha – Pengasuh KLINIK CINTA

www.jangankedip.blogspot.com




Baca Selengkapnya......